Sabtu, 12 September 2009
Nowhere To Go adalah album folk-accoustic yang bagus. Harmonisasi vokal Endah Widiastuti yang merdu dan kelihaiannya memetik gitar adalah (membuat saya iri) sentuhan yang aduhai, plus Rhesa Aditya, yang wajahnya mirip salah seorang kawan lama saya, sukses menjadi penjaga ritme yang sempurna, membuat kesemua track dalam album ini menjadi sesuatu yang jangan pernah dilewatkan. Duo yang aduhai ini mengisi Nowhere To Go dengan 11 track dengan berbagai nuansa mood yang berbeda-beda. Simak track pertama, "I Don't Remember" yang berkesan catchy, cuek dan melompat, atau "Blue day" yang sedikit beraroma psikedelik (menurut saya), atau nuansa romansa pada "When You Love Someone". Unsur klasik yang diberikan oleh dentingan piano dalam "Catch The Windlows" terasa manis, dan unsur bluesy yang diberikan Andre Harihandoyo pada gitar dan Yessi Kristianto pada Synthetizer dalam "Take Me Home" adalah bumbu yang sedap untuk memperkaya nuansa album ini. dalam album ini terdapat lagu "A Thousan candles Lighted" yang didedikasikan untuk Alm. Munir. Dengarkan "Thousand flowers bloom/every flower is a hope" yang bagus dan menginspirasi. Track "Living With Pirates" juga merupakan lagu dengan nuansa lain yang bercerita mengenai berpetualang bersama bajak laut, simak "And Weeeeee/Runaway/We Runaway/We RUuuuuun" yang epik sekali. Duo Endah dan Rhesa melahirkan album yang bagus dan merupakan album dengan kadar instrumen, vokal, dan lirik yang pas, serta memuat lagu-lagu dengan tema yang beragam. desain cover dan sleeve album juga menarik, ilustrasi ringan karya Rhesa dapat memberikan gambaran isi dari album ini. Saya meminjamkan jempol saya untuk duo ini.
Ernesto Guevara : Viva La Revolucion
oleh Anantya at 20.53 0 cuapcuap
Labels: ARTWERKS, digital art, drawing, Illustration, Tribute
Kamis, 10 September 2009
TIDURTAKBANGUNLAGI
oleh Anantya at 13.53 0 cuapcuap
Labels: ARTWERKS, digital art, mbah surip, Tribute
Rabu, 09 September 2009
Minggu, 06 September 2009
Karena Kesed adalah Welcome : Still Life Vol.2
Karena kesed adalah WELCOME
Maka mari membersihkan kaki kita
Still Life Vol. 2
Maka mari membersihkan kaki kita
Still Life Vol. 2
Photograph by Anantya Ariyudha
oleh Anantya at 12.25 2 cuapcuap
Labels: photograph, still life, visual art
Kamis, 03 September 2009
Terima Kasih Atas Dibuangnya Buku Ini
Hari minggu itu disempatkan berjalan-jalan di seputaran Simpang Lima. Di kedua kalinya saya berputar, betapa terkejat-kejutnya saya melihat seonggok berlian yang tertutup lumpur sebelanga. Ya, buku semi-biografi yang berisi foto-foto eksklusif mengenai Michael Jordan, one of my fave basketball player (and so does everybody) tergeletak begitu saja di pinggir seorang penjaja majalah bekas. Tanpa banyak cing cong maricong, saya tanya saja harga buku itu, saya sempat berpikir, berapapun yang ditawarkan, saya bakal ambil karena saya pikir ini worthed sekali. Ternyata Bu Jamakas (Penjaja Majalah Bekas) tersebut menyebut harga Pangeran Pattimura alias 10.000 rupiah, saya semakin terkejet-kejut. Tanpa banyak berpikir untung-rugi-balik-modal, saya bayar saja, cash tanpa susuk. Sesampainya di kamar kos, saya mengamati, membaca dengan seksama, dan ternyata ada lagi yang membuat saya terkejat-kejut lagi, saya sama sekali tidak paham apa yang ditulis penulis di dalam buku ini. Bahasanya bahasa NIPPON CAHAYA ASIA !
Buku ini terdiri dari 6 chapter yang berisi mengenai perjalanan hidup dan karir Michael Jordan (walaupun saya hanya melihatnya dari foto-foto yang menawan itu). Mulai dari Michael Jordan saat masih menjadi rookie musim 1985-1986, hingga saat Michael akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya bersama Washington Wizard (akhirnya Michael menjadi salah satu direktur di Washington Wizard karena kepemilikan sahamnya).
Betapa mautnya buku ini sehingga membuat saya terkejat-kejut sebanyak tiga kali dalam satu hari. Tapi, saya ucapkan terima kasih ya Allah telah membuat orang yang memilikinya membuang buku yang labelnya collectible ini, semoga anda merasa sangat menyesal.
Buku ini terdiri dari 6 chapter yang berisi mengenai perjalanan hidup dan karir Michael Jordan (walaupun saya hanya melihatnya dari foto-foto yang menawan itu). Mulai dari Michael Jordan saat masih menjadi rookie musim 1985-1986, hingga saat Michael akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya bersama Washington Wizard (akhirnya Michael menjadi salah satu direktur di Washington Wizard karena kepemilikan sahamnya).
Betapa mautnya buku ini sehingga membuat saya terkejat-kejut sebanyak tiga kali dalam satu hari. Tapi, saya ucapkan terima kasih ya Allah telah membuat orang yang memilikinya membuang buku yang labelnya collectible ini, semoga anda merasa sangat menyesal.
oleh Anantya at 21.05 0 cuapcuap
Rabu, 02 September 2009
Anda - In Medio
Setelah sekian lama mendengar Anda bernyanyi Tentang Seseorang, akhirnya Anda, seorang anggota Bunga dan anak dari pemandu kuis yang populer di 80-an, mengeluarkan full album solo bertajuk In Medio. Akan sangat sulit memberi label pada rilisan ini, rock, pop, jazz, atau alternatif,karena In Medio berisi 13 Track sarat warna, mulai blues rock pada "Bias Senja", Jazz Bossa pada "Dalam Suatu Masa", folk romantis pada "Asmara Sendu". "Biru" adalah track yang elegan dengan Indra Lesmana pada Hammond-nya dan Aksan Sjuman pada drum, "Dalam Peluk Shiva" berkesan megah sekaligus menyayat. Yang menarik adalah dimasukkannya unsur perkusi, kendang, dan ceng pada "Full Moon Tonight" dan "Dalam Suatu Masa", sangat ekletik. Anda menulis lirik pada setiap lagu kecuali pada "Pusaran dan "Moi Et Toi". Perhatikan lirik, "Dalam nafasmu ku kan meraung..Bersama nafasku kau menyatu" (dalam "ML") yang bergairah, atau " Asmara sendu, pasangan alam deja vu, takdir dunia ungu" (dari "Asmara sendu") yang romantis, dan "Pernahkah kau malu pada dirimu itu, hingga kau ingin lari dan ingin bersembunyi" (pada " Cukup Dalam Hati) yang introspektif. Singkat kata, In Medio merupakan album yang kaya warna, diaransemen dengan bagus, dan cukup memperkenalkan Anda sebagai penyanyi solo lintas genre dengan suara yang meliuk-liuk dan musik yang brilian. Mengutip Hasief Ardiansyah dalam reviewnya di Rolling Stone (Ed. 46, Feb 2009) "In Medio mungkin tidak akan meledak dalam segi penjualan, tapi akan setidaknya album ini telah memperkenalkan Anda sebagai artis solo yang hebat", jadi ini adalah album yang bagus dan kita tak perlu mengernyitkan dahi untuk sekedar memahami musik Anda, karena In Medio seperti air yang kadang mengalir dan kadang menjadi ombak.
Langganan:
Postingan (Atom)























